SELAMAT DATANG DI WEBSITE RESMI SD PLUS AL-MUHAJIRIN PURWAKARTA

Media sosial kami

Silahkan ikuti kami di media sosial.

Penghargaan

SD Plus Al-Muhajirin menerima penghargaan MOST ADMIRED CHAMPIONS dengan kategori "FAVORITE ISLAMIC ELEMENTARY SCHOOL IN QUALITY EDUCATION PROGRAM OF THE YEARS 2021".

Guru dan Staf

Guru dan staf SD Plus Al-Muhajirin.

Bangunan Utama

Guru dan staf SD Plus Al-Muhajirin dengan background bangunan utama.

PERJUSA

Perkemahan Jumat Sabtu, Lokasi Wanakula Camp 2-3 September 2022. "MELALUI KEGIATN PERJUSA, KITA WUJUDKAN PENGGALANG BERKARAKTER, PEDULI, DISIPLIN DAN TERAMPIL"

Kamis, 19 Agustus 2021

Menyambut Hari Pramuka Dengan Self-Camping

 

 Tiba-tiba suasana di rumah sunyi senyap terpecahkan oleh suara anakku yang duduk di bangku SD Plus Al-Muhajirin kelas 3 dengan berteriak “Asyik . . . .Asyik . . . .Asyik! Malam ini aku mau berkemah ya,Umi-Abi?”  Dengan suara girang sambil memelas, karena khawatir tidak diijinkan. Lantas selaku ayah bertanya perihal berkemah tersebut. Setelah mendengar penjelasan dari anakku, tanpa fikir panjang saya lantas menganggukkan kepala tanda mengiyakan dan mengijinkan anakku untuk berkemah di depan rumah.

Bahagia itu pada dasarnya mudah dicari, melihat anakku dan tetangga melakukan hal yang sama merupakan kebahagian tersendiri bagi mereka. Sedikit biaya tapi yang penting esensi dari kegiatan tersebut bisa kita ambil hikmahnya.

Tepatnya Sabtu, 14 Agustus 2021 adalah hari Pramuka. Melalui surat dari Gerakan Pramuka Kwartir Ranting Purwakarta, dengan Nomor : 18/091401-A tertanggal 11 Agustus 2021 menghimbau kepada setiap gugus depan memasang bendera pramuka di pangkalannya masing-masing dan berkemah di halaman rumah dan lain-lain. Sebagai follow up dari himbauan tersebut, setiap sekolah menginformasikan lewat pesan singkat Whatsapp kepada orang tua wali murid himbauan dari Kwartir Ranting Purwakarta untuk melaksanakan kegiatan kepramukaan terkhusus perkemahan di rumah masing-masing (self-camping).

Rabu, 18 Agustus 2021

KineMaster, We love it!

 

Sehari setelah Hari kemerdekaan RI yang ke-76, tepatnya 18 Agustus  2021, SD Plus Al-Muhajirin kampus pusat kembali menyelenggarakan seminar pengenalan dan praktek dari sebuah perangkat lunak ponsel pintar yang khusu digunakan untuk pengeditan video, tak lain dan tak bukan adalah KineMaster.

Kegiatan ini tidak dikhususkan untuk Guru-Guru SD Plus Al-Muhajirin saja, tapi juga oleh siapa saja yang hendak mengikuti kegiatan ini dengan peserta yang terbatas tentunya. Kegiatan yang berkaitan dengan IT terutam bidang pengeditan Video ini dimaksudkan untuk membekali para Guru dalam mengajar untuk mampu membuat media pembelajaran berupa audio-visual, sehingga Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) lebih menyenangkan.

Selasa, 17 Agustus 2021

Merdeka

           




              Hari ini tujuh puluh enam tahun yang lalu Indonesia memerdekakan diri menjadi negara yang bebas dari penjajahan dan berdaulat. Adalah Bp. Ir. Soekarno dan Bp. Moh. Hatta sebagai aktor utama dalam pembacaan teks proklamasi kemerdekaan yang dibacakan pada hari Jum’at  17 Agustus 1945 bertepatan dengan 17  ramadhan sehingga Indonesia diakui oleh Badan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menjadi negara yang merdeka.

            Jika melihat proses kemerdekaan Indonesia, tentu saja ada beberapa hal yang melatarbelakangi hingga Indonesia mendapatkan kemerdekaannya secara valid. Selain perjuangan rakyat Indonesia dari Sabang sampai Merauke yang tak kenal putus asa untuk mengusir penjajah dari bumi Indonesia, juga adanya faktor lain di antaranya karena adanya perang dunia kedua.

            Perang Dunia kedua adalah sebuah perang global di dunia ini yang berlangsung sekitar tahun 1939 sampai 1945. Perang yang berlangsung lebih kurang 6 tahun ini melibatkan banyak negara untuk berperang di mana semua negara-negara dengan kekuatan besar pada akhirnya beraliansi membentuk kekuatan lebih besar lagi hingga akhirnya perang Dunia kedua ini terbagi menjadi blok barat dan blok timur Sepanjang sejarah perang di dunia ini, Perang Dunia kedua adalah perang yang banyak memakan korban jiwa hingga mencapai 70 juta jiwa dan ini tentu saja menyebabkan kekhawatiran dan kesedihan umat seluruh dunia dan pada akhirnya mejadikan penyesalan seluruh negara-negara di dunia.

Jumat, 13 Agustus 2021

Hiburan Qalbu

 


            Sebuah hiburan Qalbu (spiritual nourishment) tersaji di Jum’at pagi (13/08) sebagai kegiatan awal guru-guru SD Plus Al-Muhajirin kampus pusat. Guru- guru dibekali ilmu agama melalui DR. KH. Abun Bunyamin, M.A sebagai nara sumber atau pembicara inti dari kegiatan ini.

        Kegiatan ini pada dasarnya adalah sebuah kegiatan rutinitas bulanan di mana setiap unit yang ada di Lingkungan Yayasan Al-Muhajirin mengadakan acara tersebut satu bulan satu kali guna meningkatkan semangat dan sebagai bekal dalam mengarungi kerasnya hidup dengan petuah-petuah agama yang disampaikan oleh Bp. Kyai.

Kali ini tema yang diangkat adalah seputar bagaimana suatu kabahagian hidup yang hakiki bisa tercapai dan bagaimana cara kita menghormati Allah. Tentu saja sebagai manusia ingin hidup bahagia dan senang apalagi tidak hanya bahagia di dunia tapi juga di akhirat. Namun pada kenyataanya tidak semua orang mampu meraih kebahagian yang hakiki, justru sebaliknya banyak orang hanya mendapatkan kebahagiaan yang bersifat semu dan fana. Mengapa orang bisa mendapatkan kebahagian semu dan fana, karena hal tersebut umunya selalu terbujuk oleh rayu dan tipu daya syaitan laknatullah yang tugasnya memang selalu menggoda dan menjerumuskan seluruh umat manusia yang ada di muka bumi ini hingga semua manusia mendapatkan kebahagian yang semua dan tujuannya adalah menjadi pengikut Iblis hingga hari akhir, Nudzubillah.

Secara ringkas bahwa kebahagiaan hakiki akan tercapai jika :

1.   1.   Memiliki hati suci bersih lahir dan batin
2.      Selalu ingat kepada Allah, dengan ara berdzikir, baca subhanannal, walhamdulillah, walaIllaha Illallah, 
             Wallahu akbar, baca sholawat dan lainnya
3.       Rajin sholat
4.       Tidak serakah terhadap dunia
5.       Akhirat lebih dicintai dari pada dunia, karena Akhirat adalah tempat kembalinya manusia dan kekal di    
             dalamnya.

            Sementara itu dalam kehidupan umat beragama terutama dalam Agama Islam, tentu selalu ada yang dipentingkan untuk dihormati, yaitu menghormati Allah SWT. Bagaimana cara menghormati Allah SWT? Ada beberapa hal tentunya yang bisa kita lakukan dalam kaitannya bagaimana cara menghormati Allah SWT, yaitu dengan cara:

1.       1.         Menghormati ahli Qur’an
2.       Memuliakan pemimpin yang adil
3.       Menghormati yang sudah beruban beragama Islam.

 

 

 

 



Penulis,
SB

 

 

 


Rabu, 11 Agustus 2021

Peningkatan Kompetensi lewat Workhsop Guru



        SD Plus Al-Muhajirin kampus pusat sekali lagi melaksanakan kegiatan Workshop guna meningkatkan kompetensi Guru. Adapun Workshop yang dilaksanakan berkaitan dengan IT pembelajaran yang dapat digunakan dalam Kegiatan Belajar (KBM) daring. Kegiatan yang dilaksanakan pada rabu, 11 Agustus  2021 yang dihadiri baik oleh guru kelas maupun guru bidang studi berlangsung di Aula atas SD Plus Al-Muhajirin.

        Workshop ini dilaksanakan dari guru untuk guru. Ini dikarenakan para narasumber juga berasal dari guru itu sendiri yang keilmuan dibidang IT cukup mumpuni untuk memberikan tutorial IT berkaitan dengan aplikasi Pembelarajan daring. Pemberi materi pertama dipercayakan kepada Bp. Aang Husni dengan materi pembelajaran Quizizz dan Google Classroom (GCR), dan dilanjutkan dengan Pemateri ke dua adalah Bp. Endang Ali Imran dengan materi Pembelajaran daring adalah aplikasi LinkTree.


Penulis,
SB

Selasa, 10 Agustus 2021

Pelaksanaan Kegiatan Belajar Mengajar Tahun Ajaran Baru 2021/2022 Mengacu pada Kebijakan PPKM dan SKB 4 Menteri 02 Agustus 2021

 

Jakarta, 29 Juli 2021  ---  Menyikapi kondisi pandemi Covid-19 saat ini maka pembelajaran di tahun ajaran baru 2021/2022 bersifat dinamis mengacu pada kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di masing-masing daerah, dan Keputusan Bersama (SKB) 4 Menteri tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran di Masa Pandemi Covid-19.

Hal tersebut diutarakan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek), Nadiem Anwar Makarim, saat menghadiri gelar  wicara di televisi swasta, Selasa (27/7). Menurutnya, satuan pendidikan harus memperhatikan zona wilayahnya dalam menentukan aktivitas pembelajaran. Untuk Level 1 dan 2 dapat memulai pembelajaran tatap muka (PTM) Terbatas, dengan mengutamakan kehati-hatian, keselamatan, dan kesehatan warga sekolah. Sementara untuk daerah yang berada di Level 3 dan 4, masih harus menggelar pembelajaran secara jarak jauh (PJJ).

Diakui Menteri Nadiem, banyak sekolah sudah mencoba PTM terbatas sejak awal tahun 2021. Ia pun mengapresiasi langkah yang dilakukan sekolah tersebut, namun harus tetap menerapkan protokol kesehatan ketat, dan sudah memenuhi daftar periksa.

Kesalahan Kesalahan Dalam Bahasa Inggris Yang sering dilakukan Oleh Pembelajar (Bagian 1)



 

Tanpa kita sadari, seringkali kita melakukan kesalahan berbahasa Inggris bukan hanya pada pengucapan (pronunciation) tapi juga penggunaan kata itu sendiri.  Tentu saja bagi pemula ini terkesan lumrah dan wajar, karena selain tulisan yang apa adanya, pengucapanpun berbeda dari tulisan. Artinya perlu ada sebuah kebiasan dalam belajar Bahasa.

                Pada episode kali ini, saya akan membahas seputar kesalahan-kesalahan yang sering terjadi dan dilakukan oleh para siswa atau para pembelajar Bahasa asing dalam hal ini adalah Bahasa Inggris.

Kesalahan-kesalahan itu di antaranya, adalah:

1.     1.   Thanks before (terima kasih sebelumnya)

Kita seringkali mengucapkan kata “Thanks before” untuk mengatakan “Terimakasih sebelumnya”. Tapi pada dasarnya dalam Bahasa inggris tidak mengenal Thanks before. Itu kita lakukan karena kita selalu menerjemahkan Bahasa Indonesia  ke dalam Bahasa Inggris yang sifatnya lexical atau perkata, sehingga kata-kata itu keluar dari mulut kita.

Dalam Bahasa Inggris, jika kita ingin mengucapkan “Terimakasih Sebelumnya” maka lebih umum mereka mengatakannya “Thank you in advance”.

 

2.    2.    I am boring (saya bosan)

Kata ini sering kita dengar orang lain dan kita juga termasuk dari sekian banyak pembelajar yang mungkin mengatakan hal itu juga (I am boring). Jika kita berbicara dengan Native speaker, mungkin mereka akan mencoba memahamkan apa yang kita ucapkan kepadanya (I am boring), karena dalam benak mereka berfikir maksud dari si pembicara adalah ingin mengatakan bahwa dia bosan. Padahal kata yang diucapkan (I am boring) memiliki arti saya membosankan. Maka kata yang lebih tepat jika suatu saat nanti kita memang bosan terhadap sesuatu kita katakana “I am bored” artinya “saya bosan”.

 

3.    3.   Angry to (marah kepada)

Saat kita melihat seseorang marah-marah, katakanlah Pak Muksin marah-marah sampai berteriak-teriak pada seseorang, mungkin kita akan mengatakan “Mr. Muksin is angry to somebody”. Apakah kita pernah melakukan hal yang sama atau memang sampai sekarang masih juga mengatakan hal seperti itu. Jika masih mengatakan hal demikian, maka inilah kesempatan kita untuk merubahnya menjadi lebih baik dan benar. Kata tersebut seharusnya berbunyi “Mr. Muksin is angry with somebody”.  Jadi setelah kata sifat (adjecdtive) angry harus diikuti “with”.

Senin, 09 Agustus 2021

Yang Sudah Ada dan Yang Beda



            Di tahun ajaran baru yang baru saja bergulir lebih kurang satu bulan semenjak bulan Juli 2021, tentu ada banyak program selama satu tahun ke depan yang sudah diagendakan dalam rapat Kerja (raker) ataupun yang sifatnya dadakan. Sudah barang tentu semua kegiatan tersebut hadir mewarnai perjalanan SD Plus Al-Muhajirin sehingga dalam eksistensinya di lingkungan pendidikan tidak terkesan monoton hanya dengan kegiatan itu-itu saja.

        Kegiatan-kegiatan yang diadakan dan dilaksanakan di lingkungan SD Plus Al-Muhajirin khususnya memang selalu memilki misi tertentu, terlebih saat pandemic Corona seperti ini tentu sangatlah sulit mengadakan kegiatan yang melibatkan peserta didik untuk selalu eksis dalam dunia pendidikan dengan minat, bakat dan kreatifitas mereka untuk selalu unjuk kebolehan.

            Ya, itulah SD Plus Al-Muhajirin! Peribahasa mengatakan “Tak ada rotan akarpun jadi”. Sekalipun masa pandemic Corona belum berakhir, tapi kegiatan yang ada di Muhajirin selalu bisa dilaksanakan meskipun itu terbatas melalui media daring atau media Internet dengan mengunakan berbagai macam aplikasi yang mampu menunjang baik itu Kegiatan Belajar Mengajar ataupun Kegiatan perlombaan dan lain sebagainya.

            Dalam waktu dekat ini, untuk mengasah dan melihat kemampuan, minat, bakat dan kreatifitas peserta didiknya, SD Plus Al-Muhajirin akan melaksanakan berbagai macam lomba yang melibatkan tidak hanya peserta didik tapi juga guru-guru di lingkungan SD Plus Al-Muhajirin. Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka menyambut tahun baru Islam 1 Muharram 1443 H yang akan jatuh pada hari Selasa, 10 Agustus 2021 dan menyambut Hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke 76.

Jumat, 06 Agustus 2021

GURU OTORITER

 

    Dalam keseluruhan proses pendidikan khususnya proses pembelajaran di sekolah dan madrasah guru memegang peran utama dan amat penting prilaku guru dalam proses pendidikan dan belajar akan memberikan pengaruh dan corak yang kuat bagi pembinaan prilaku dan keperibadian anak didiknya. Oleh karena itu, prilaku guru hendaknya dapat dikembangkan sedemikian rupa sehingga dapat memberikan pengaruh baik kepada anak didiknya.



    Merujuk kepada pola kependidikan dan keguruan rasulallah SAW. Dalam persfektif islam, guru menjadi posisi kunci dalam membentuk keperibadian muslim yang sejati. Keberhasilan rasul SAW dalam mengajar dan mendidik umatnya, lebih banya menyentuh aspek prilaku, yaitu contoh teladan yang baik dari rasul (uswatun hasanah). Hal ini bukan berarti aspek-aspek selain prilaku diabaikan. Sedemikian penting aspek prilaku (contoh teladan yang baik) bagi proses pengajaran, Al-Quran mensinyalir bahwa didalam diri rasul SAW. Terdapat contoh-contoh teladan yang baik bagimu. Guru terlebih guru pendidikan agama islam, harus bisa menjadi uswatun hasanah bagi anak didiknya. Secara sadar atau tidak, semua prilaku guru dalam proses pendidikan dan bahkan di luar konteks proses pendidikan, prilaku guru akan ditiru oleh siswanya. Oleh sebab itu, baik dalam konteks proses pendidikan (proses belajar mengajar) atau tidak, guru harus bisa menjaga prilakunya..