Ready to become The Best among The Best

SD PLUS AL-MUHAJIRIN PURWAKARTA

Banner 728x90px

Minggu, 19 Desember 2021

Tatanen di Bale Atikan, Mengokohkan Peran Manusia Sebagai Kholifah Fil Ardhi dalam Merawat Bumi

    Selama tiga hari Senin - Rabu 6-8 Desember 2021 Seluruh Pendidik dan Tenaga Kependidikan SD Plus Al-Muhajirin mengikuti kegitan In House Training (IHT) Tatanen di Bale Atikan (TDBA). Acara tersebut dilangsungkan di auala SD Plus Al-Muhajirin yang dibuka langsung oleh Ketua Yayasan Al-Muhajirin Dr. Hj Ifa Faizah Rohmah, M.Pd. Dalam sambutannya Ketua Yayasan Menyampaikan tentang peran penciptaan manusia sebagai Kholifah dimuka bumi, sebagai kholifah manusia punya peran dan tanggung Jawab dalam merawat keberlangsungan kehidupan alam yang mencakup kehidupan manusia, hewan dan tumbuhan.


    Selama pelaksanaan IHT TdBA para peserta selain diberikan materi tentang konsep TdBA dan tatacara menanam secara teori, para peserta juga diajarkan secara praktek dilapangan tentang pengelolan tanah dan media tanam.

    Tatanen di bale atikan merupakan gerakan pendidikan karakter untuk menumbuhkan kesadaran hidup ekologis dalam merawat bumi dan berguru pada bumi yang terintegrasi dalam kegiatan pertanian berbasis Pancaniti, sehingga peserta didik tumbuh dan berkembang sesuai kodrat dirinya, kodrat alamnya, dan kodrat zamannya.

Sebagai sebuah gerakan, Tatanen di bale atikan memiliki  makna bahwa kegiatan tersebut merupakan tanggung jawab bersama yang dilaksanakan secara masif, seiring, sejalan,  sabobot sapihanean oleh seluruh warga sekolah dan stakeholder pendidikan di Kab. Purwakarta.  Melalui kegiatan Tatanen di bale atikan diharapkan tumbuh kesadaran hidup ekologis.

Dalam rangka merawat bumi, pendidikan pada konteks Tatanen diorientasikan pada upaya membangun watak peradaban yang dapat merawat, melestarikan sekaligus menyelamatkan bumi untuk masa depan kehidupan umat manusia. Seiring dengan upaya merawat bumi, peserta didik juga sekaligus berguru pada bumi, yaitu menjadikan bumi sebagai ekosistem kehidupan harus menjadi materi pembelajaran lintas disiplin ilmu di sekolah. Alam semesta menjadi kurikulum pendidikan di sekolah-sekolah yang dapat melahirkan kearifan peserta didik dalam menghadapi kehidupan.  

0 komentar:

Posting Komentar