Admin SD Plus Al-Muhajirin
Admin SD Plus Al-Muhajirin
Online
Halo 👋
Ada yang bisa dibantu?

ORANG TUA SEBAGAI PENDIDIK UTAMA

 

ORANG TUA SEBAGAI PENDIDIK UTAMA

(Dalam Perpektif Al-Qur'an)

Oleh: Tamid, S.Pd.I

Banyak yang mengatakan bahwa pendidikan di Indonesia tidak pernah memuaskan semua orang. Pengguna tidak puas, pembuat kebijakan juga selalu merasakan ada yang kurang beres tentang pendidikan yang didesainnya .

Salah satu instansi yang juga sangat sering tidak puas terhadap pendidkan ialah orang tua murid. Padahal mereka juga pendidik. Semua pendidik juga termasuk orang yang tidak puas terhadap pendidikan. Siapa sebenarnya pendidik itu?

Didalam ilmu pendidikan yang dimaksud dengan pendidik ialah semua yang mempengaruhi perkembangan seseorang, yaitu manusia, alam, dan kebudayaan. Manusia, alam dan kebudayaan inilah yang dimaksud dengan lingkungan pendidikan. Yang paling penting diantara ketiganya adalah orang. Alam tidak melakukan pendidikan secara sadar begitu juga kebudayaan. Orang ada yang melakukan pendidikan secara sadar dan ada yang tidak dengan kesadaran, da nada yang kadang-kadang sadar kadang-kadang tidak.

Orang sebagai kelompok pendidik banyak macamnya diantaranya ialah orang tua , guru di sekolah, teman sepermainan, tokoh-tokoh atau pigur masyarakat. Jika tujuan pendidikan kita fokuskan pada menjadi manusia, maka pendidik yang paling bertanggung jawab adalah otrang tua. Dalam perspektif Islam orang tua adalah pendidik yang paling bertanggung jawab.

Beberapa prinsip dasar mendidik anak menjadi tugas utama orang tua sesuai ajaran Islam terdapat dalam Al-qur’an seabagi berikut:

QS. Al-anfal 27-28

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا لَا تَخُوْنُوا اللّٰهَ وَالرَّسُوْلَ وَتَخُوْنُوْٓا اَمٰنٰتِكُمْ وَاَنْتُمْ تَعْلَمُوْنَ ٢٧ وَاعْلَمُوْٓا اَنَّمَآ اَمْوَالُكُمْ وَاَوْلَادُكُمْ فِتْنَةٌ ۙوَّاَنَّ اللّٰهَ عِنْدَهٗٓ اَجْرٌ عَظِيْمٌ ࣖ ٢٨

Terjemah Kemenag 2019

27.  Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengkhianati Allah dan Rasul serta janganlah kamu mengkhianati amanat yang dipercayakan kepadamu, sedangkan kamu mengetahui.

28.  Ketahuilah bahwa hartamu dan anak-anakmu itu hanyalah sebagai ujian dan sesungguhnya di sisi Allah ada pahala yang besar.

QS.Al-baqarah 233

۞ وَالْوٰلِدٰتُ يُرْضِعْنَ اَوْلَادَهُنَّ حَوْلَيْنِ كَامِلَيْنِ لِمَنْ اَرَادَ اَنْ يُّتِمَّ الرَّضَاعَةَ ۗ وَعَلَى الْمَوْلُوْدِ لَهٗ رِزْقُهُنَّ وَكِسْوَتُهُنَّ بِالْمَعْرُوْفِۗ لَا تُكَلَّفُ نَفْسٌ اِلَّا وُسْعَهَا ۚ لَا تُضَاۤرَّ وَالِدَةٌ ۢبِوَلَدِهَا وَلَا مَوْلُوْدٌ لَّهٗ بِوَلَدِهٖ وَعَلَى الْوَارِثِ مِثْلُ ذٰلِكَ ۚ فَاِنْ اَرَادَا فِصَالًا عَنْ تَرَاضٍ مِّنْهُمَا وَتَشَاوُرٍ فَلَا جُنَاحَ عَلَيْهِمَا ۗوَاِنْ اَرَدْتُّمْ اَنْ تَسْتَرْضِعُوْٓا اَوْلَادَكُمْ فَلَا جُنَاحَ عَلَيْكُمْ اِذَا سَلَّمْتُمْ مَّآ اٰتَيْتُمْ بِالْمَعْرُوْفِۗ وَاتَّقُوا اللّٰهَ وَاعْلَمُوْٓا اَنَّ اللّٰهَ بِمَا تَعْمَلُوْنَ بَصِيْرٌ ٢٣٣

Terjemah Kemenag 2019

233.  Ibu-ibu hendaklah menyusui anak-anaknya selama dua tahun penuh, bagi yang ingin menyempurnakan penyusuan. Kewajiban ayah menanggung makan dan pakaian mereka dengan cara yang patut. Seseorang tidak dibebani, kecuali sesuai dengan kemampuannya. Janganlah seorang ibu dibuat menderita karena anaknya dan jangan pula ayahnya dibuat menderita karena anaknya. Ahli waris pun seperti itu pula. Apabila keduanya ingin menyapih (sebelum dua tahun) berdasarkan persetujuan dan musyawarah antara keduanya, tidak ada dosa atas keduanya. Apabila kamu ingin menyusukan anakmu (kepada orang lain), tidak ada dosa bagimu jika kamu memberikan pembayaran dengan cara yang patut. Bertakwalah kepada Allah dan ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.

QS.Al-Haj 78

وَجَاهِدُوْا فِى اللّٰهِ حَقَّ جِهَادِهٖۗ هُوَ اجْتَبٰىكُمْ وَمَا جَعَلَ عَلَيْكُمْ فِى الدِّيْنِ مِنْ حَرَجٍۗ مِلَّةَ اَبِيْكُمْ اِبْرٰهِيْمَۗ هُوَ سَمّٰىكُمُ الْمُسْلِمِيْنَ ەۙ مِنْ قَبْلُ وَفِيْ هٰذَا لِيَكُوْنَ الرَّسُوْلُ شَهِيْدًا عَلَيْكُمْ وَتَكُوْنُوْا شُهَدَاۤءَ عَلَى النَّاسِۖ فَاَقِيْمُوا الصَّلٰوةَ وَاٰتُوا الزَّكٰوةَ وَاعْتَصِمُوْا بِاللّٰهِ ۗهُوَ مَوْلٰىكُمْۚ فَنِعْمَ الْمَوْلٰى وَنِعْمَ النَّصِيْرُ ࣖ ۔ ٧٨

Terjemah Kemenag 2019

78.  Berjuanglah kamu pada (jalan) Allah dengan sebenar-benarnya. Dia telah memilih kamu dan tidak menjadikan kesulitan untukmu dalam agama. (Ikutilah) agama nenek moyangmu, yaitu Ibrahim. Dia (Allah) telah menamakan kamu orang-orang muslim sejak dahulu dan (begitu pula) dalam (kitab) ini (Al-Qur’an) agar Rasul (Nabi Muhammad) menjadi saksi atas dirimu dan agar kamu semua menjadi saksi atas segenap manusia. Maka, tegakkanlah salat, tunaikanlah zakat, dan berpegang teguhlah pada (ajaran) Allah. Dia adalah pelindungmu. Dia adalah sebaik-baik pelindung dan sebaik-baik penolong.

QS.Huud 46

قَالَ يٰنُوْحُ اِنَّهٗ لَيْسَ مِنْ اَهْلِكَ ۚاِنَّهٗ عَمَلٌ غَيْرُ صَالِحٍ فَلَا تَسْـَٔلْنِ مَا لَيْسَ لَكَ بِهٖ عِلْمٌ ۗاِنِّيْٓ اَعِظُكَ اَنْ تَكُوْنَ مِنَ الْجٰهِلِيْنَ ٤٦

Terjemah Kemenag 2019

46.  Dia (Allah) berfirman, “Wahai Nuh, sesungguhnya dia bukanlah termasuk keluargamu karena perbuatannya sungguh tidak baik. Oleh karena itu, janganlah engkau memohon kepada-Ku sesuatu yang tidak engkau ketahui (hakikatnya). Sesungguhnya Aku menasihatimu agar engkau tidak termasuk orang-orang bodoh.”

QS. Maryam 59

۞ فَخَلَفَ مِنْۢ بَعْدِهِمْ خَلْفٌ اَضَاعُوا الصَّلٰوةَ وَاتَّبَعُوا الشَّهَوٰتِ فَسَوْفَ يَلْقَوْنَ غَيًّا ۙ ٥٩

Terjemah Kemenag 2019

59.  Kemudian, datanglah setelah mereka (generasi) pengganti yang mengabaikan salat dan mengikuti hawa nafsu. Mereka kelak akan tersesat.

QS.ar-rum 30

فَاَقِمْ وَجْهَكَ لِلدِّيْنِ حَنِيْفًاۗ فِطْرَتَ اللّٰهِ الَّتِيْ فَطَرَ النَّاسَ عَلَيْهَاۗ لَا تَبْدِيْلَ لِخَلْقِ اللّٰهِ ۗذٰلِكَ الدِّيْنُ الْقَيِّمُۙ وَلٰكِنَّ اَكْثَرَ النَّاسِ لَا يَعْلَمُوْنَۙ ٣٠

Terjemah Kemenag 2019

30.  Maka, hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama (Islam sesuai) fitrah (dari) Allah yang telah menciptakan manusia menurut (fitrah) itu.588) Tidak ada perubahan pada ciptaan Allah (tersebut). Itulah agama yang lurus, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.

588) Maksud fitrah Allah pada ayat ini adalah ciptaan Allah Swt. Manusia diciptakan Allah Swt. dengan naluri beragama, yaitu agama tauhid. Jadi, manusia yang berpaling dari agama tauhid telah menyimpang dari fitrahnya.

QS. At-Tahrim :6

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا قُوْٓا اَنْفُسَكُمْ وَاَهْلِيْكُمْ نَارًا وَّقُوْدُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلٰۤىِٕكَةٌ غِلَاظٌ شِدَادٌ لَّا يَعْصُوْنَ اللّٰهَ مَآ اَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُوْنَ مَا يُؤْمَرُوْنَ ٦

Terjemah Kemenag 2019

6.  Wahai orang-orang yang beriman, jagalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu. Penjaganya adalah malaikat-malaikat yang kasar dan keras. Mereka tidak durhaka kepada Allah terhadap apa yang Dia perintahkan kepadanya dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.

Kenapa orang tua menjadi pendidik utama dan harus bertanggung jawab terhadap pendidikan anak? Karena anak(murid) adalah anak mereka. Tuhan menitipkan (mengamanahkan) kepada kedua orang tuanya. Didalam Al-qur’an surat At-tahrim Allah mengatakan, “jagalah dirimu dan keluargamu dari api neraka”. “Mu” pada kalimat” jagalah dirimu” adal;ah kedua orang tua yaitu ayah dan ibu. Bagaimana kedua orang tuanya menjaganya? Ya dididik agar menjadi orang soleh, orang yang taat kepada Allah dan Rosulnya sehingga tidak akan masuk neraka, artinya anak itu menjadi anak yang soleh, saleh disini adalah menurut Tuhan pencipta surga dan neraka, sehingga mereka tidak masuk neraka dan bisa masuk surga. Bukan menurut orang tuanya.

Didalam Islam pedoman orang tua mendidik anaknya sudah cukup banyak sebagaimana ayat-ayat Al-qur’an yang tertulis diatas. Orang tua sudah dianjurkan mendidik anaknya sejak anak  itu berada didalam Rahim ibunya, bahkan hadits menerangkan itu sejak memilih jodoh, yaitu jauh sebelum anak itu berupa janin. Begitu lahir ada tuntunan mendidiknya misalnya memeberi nama yang bagus, Aqiqah,dan selanjutnya peneladanan dan pembiasaan yang sesuia dengan ajaran Islam.

Dengan pendidikan seperti itu kira-kira 90% anak itu akan dijamin menjadi manusia. Orang tua mengajarkan juga pendidikan jasmani, pendidikan pengetahuan, dan pendidikan keterampilan kerja untuk menyempurnakan perkembangan anak.

Pendidikan jasmani dapat sebagiannya dilakukan orang tua dirumah dengan mengajarkan bagaimana menjaga kebersihan, mengatur makanan, mengatur tidur dan istirahat. Pendidikan pengetahuan juga dapat sebagiannya dilakukan orang tua dirumah dengan mengenalkan lingkungan, hidup bermasyarakat. Untuk keterampilan kerja agaknya lebih baik diserahkan ke sekolah.

Uraian diatas memberitahukan dan mengingatkan kedua orang tua dirumah masalah menjadikan anak menjadi manusia, sebagian besar adalah tugas orang tua murid. Misalnya , apakah anak itu menjadi orang yang hidupnya patuh pada Tuhan atau tidak, itu sebagai tugas orang tuanya. Namun kenyataannya sekarang banyak orang beragama menyerahkan hampir 100% tugas ini ke sekolah, itu keliru. Sebenarnya, jika anak itu nakal, sekolahlah yang kecewa terhadap orang tua dirumah, bukan sebaliknya malah orang tua mengklaim sekolah sebagai lembaga yang tidak becus mendidik anaknya sehingga berakhlak tidak baik. Dalam hal pendidikan keagamaan, yaitu agar anak itu menjalani hidupnya sehari-hari sesuai ajaran agama, tanggung jawab utamanya terletak ditangan kedua orang tua itu sendiri, sekolah itu hanya berfungsi membantu.

Sekarang timbul persoalan. Disebabkan oleh berubahnya jenis pekerjaan, orang tua sering tidak berada dirumah. Dalam bentuk ekstrim ada yang orang tuanya dalam artian ayah dan ibunya bekerja, berangkat subuh pulang ba’da maghrib. Adapula yang orang tuanya bekerja pergi hari senin pulang hari sabtu, bahkan ada orang tua yang meninggalkan rumah (karena pekerjaan) awal bulan dan muncul lagi dirumah pada akhir bulan, bahkan ada yang lebih dari itu. Keadaan ini akan menjadi salah satu penyebab orang tua tidak dapat melakukan tugasnya sebagai pendidik. Untuk mengatasi ini mungkinada baiknya salah satu saja, cukup suami saja yang bekerja diluar rumah.

Persoalan orang tua sering tidak berada di rumah, diperparah dengan ketidakmampuan menggunakan waktu tatkala sedang berada dirumah. Ada beberapa macam orang tua dalam hal menggunakan waktu. Pertama ada orang tua yang banyak dirumah dan ia mampu memanfaatkan waktu yang banyak itu untuk mendidik anaknya. Kedua ada orang tua yang banyak dirumah tetapi ia kurang mampu  memanfaatkan waktu yang banyak itu untuk mendidik anaknya. Ketiga ada orang yang sedikit berada dirumah tetapi ia pandai memanfaatkan waktu yang sedikit itu untuk mendidik anaknya. Keempat, ini yang paling buruk, orang tua hanya sedikit berada dirumah dan ia kurang mampu memanfaatkan waktu itu untuk mendidik anaknya.

Kekurang mampuan orang tua mendidik anaknya dirumah bertambah besar karena perkembangan kebudayaan global, perkembangan teknologi yang telah menerpa anaknya. Pengaruh luar seringkali lebih kuat dari pada pengaruh kedua orang tuanya.teknologi yang canggih dengan adanya HP, ditambah internet akan banyak berpengaruh dibanding pengaruh orang tuanya.

Tujuan utama pendidikan ialah manusia yang telah menjadi manusia. Tugas utama pendidikan ialah membantu manusia menjadi manusia. Tugas orang tua sebagai pendidik yang utama adalah mendidik anak-anaknya agar menjadi manusia yang sempurna. Manusia yang sempurna menurut Buya Hamka adalah “ manusia yang sadar akan kekurangan dan kesalahan yang ada dalam diri, tetapi masih terus berusaha memperbaiki diri untuk mencapai kesempurnaan”.


Berbagi

Posting Komentar