SELAMAT DATANG DI WEBSITE RESMI SD PLUS AL-MUHAJIRIN PURWAKARTA

Media sosial kami

Silahkan ikuti kami di media sosial.

Penghargaan

SD Plus Al-Muhajirin menerima penghargaan MOST ADMIRED CHAMPIONS dengan kategori "FAVORITE ISLAMIC ELEMENTARY SCHOOL IN QUALITY EDUCATION PROGRAM OF THE YEARS 2021".

Guru dan Staf

Guru dan staf SD Plus Al-Muhajirin.

Bangunan Utama

Guru dan staf SD Plus Al-Muhajirin dengan background bangunan utama.

PERJUSA

Perkemahan Jumat Sabtu, Lokasi Wanakula Camp 2-3 September 2022. "MELALUI KEGIATN PERJUSA, KITA WUJUDKAN PENGGALANG BERKARAKTER, PEDULI, DISIPLIN DAN TERAMPIL"

SELAMAT dan SUKSES

SD Plus Al-Muhajirin mendapat Penghargaan Indonesian School Excellent 2022 di Bandung

Senin, 13 November 2023

Upacara Bendera

 

Oleh : Aceng Hidayat, S.Pd.I 

Pada setiap Hari Senin, di berbagai institusi, baik itu di sekolah, kantor pemerintah, atau lembaga lainnya, tradisi pengibaran Bendera Nasional adalah momen yang penting. Bendera Nasional adalah simbol kebanggaan dan persatuan bagi sebuah negara, dan Upacara Bendera pada Hari Senin adalah salah satu cara untuk mengekspresikan rasa cinta dan penghormatan terhadap bendera serta negara.

Upacara Bendera pada Hari Senin tidak hanya berfungsi untuk menghormati Bendera Nasional, tetapi juga untuk mengingatkan kita akan nilai-nilai kebangsaan, seperti patriotisme, persatuan, dan cinta tanah air. Dibalik setiap upacara bendera ini, terdapat petugas yang memiliki peran penting dalam memastikan bahwa upacara tersebut berjalan lancar dan penuh dengan makna.

Petugas Upacara Bendera pada Hari Senin memiliki tanggung jawab yang penting dalam memastikan bahwa upacara tersebut berjalan dengan lancar dan penuh makna. Mereka berperan dalam menghormati Bendera Nasional dan nilai-nilai kebangsaan serta mengingatkan kita akan pentingnya persatuan dan cinta tanah air. Dalam menjalankan tugas, mereka disiplin, keterampilan, dan rasa tanggung jawab yang tinggi sangatlah penting. Dengan peran mereka, Upacara Bendera pada Hari Senin menjadi momen yang penuh dengan makna dan kebanggaan bagi semua peserta.

Selasa, 07 November 2023

SEMAPHORE : “KOMUNIKASI TANPA SUARA”

        Oleh : Aceng Hidayat, S.Pd.I

        Salah satu materi yang sering diajarkan dalam Pramuka adalah Semaphore, sebuah sistem komunikasi tanpa suara yang memanfaatkan bendera atau panji-panji sebagai alat utama. Semaphore adalah metode komunikasi visual yang digunakan oleh anggota Pramuka untuk berkomunikasi dalam situasi dimana suara tidak dapat digunakan. Ini sering digunakan dalam kegiatan luar ruangan, seperti perkemahan, untuk mengirim pesan atau instruksi antar pasukan Pramuka. 

         Sistem Semaphore mengandalkan penggunaan panji-panji atau bendera yang berwarna-warni. Setiap huruf dalam abjad direpresentasikan oleh posisi atau sudut bendera yang dibentangkan. Misalnya, huruf A diwakili oleh bendera yang diangkat vertikal, sementara huruf B diwakili oleh bendera yang diangkat dalam sudut 45 derajat. Dengan menggabungkan posisi bendera ini, peserta Pramuka dapat menyusun pesan yang dapat dibaca oleh orang lain. Selain huruf, Semaphore juga mencakup kode khusus untuk angka, tanda baca, dan perintah khusus. 

        Peserta Pramuka harus menguasai sistem ini dengan baik agar dapat berkomunikasi efektif menggunakan Semaphore. Pengajaran materi Semaphore dalam Eskstrakurikuler Pramuka tidak hanya mengajarkan keterampilan komunikasi alternatif, tetapi juga memupuk kerja sama dan disiplin. Hal ini memungkinkan anggota Pramuka untuk berkomunikasi secara efisien di alam terbuka atau dalam situasi darurat dimana komunikasi verbal mungkin sulit atau tidak mungkin dilakukan. Dalam menghadapi tantangan di alam terbuka, pemahaman tentang Semaphore adalah aset berharga yang memungkinkan Pramuka untuk tetap terhubung, memimpin, dan mengambil tindakan yang diperlukan. Jadi, materi Semaphore adalah salah satu elemen penting dalam pelatihan Eskstrakurikuler Pramuka yang mendukung pembentukan karakter dan keterampilan para anggotanya.



Rabu, 11 Oktober 2023

Gladi ANBK Siapkan Siswa dan Infrastruktur pendukung

Sebanyak 30 Siswa kelas 5 SD Plus Al-Muhajirin Purwakarta mengikuti Gladi  Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK), Gelombang 2.

Kegiatan gladi tersebut dilaksanakan selama dua hari Rabu dan Kamis 11-12 Oktober 2023. Pada kegiatan gladi tersebut siswa yang terpilih menjadi peserta ANBK dipersiapakan  baik secara pengetahuan dalam mengisi soal-soal ANBK maupun kesiapan mental dan skill dalam mengerjakan soal.

Hari pertama siswa disuguhkan pertanyaan seputar literasi dan Aesmen karakter, soal-soal dan angket yang disuguhkan menuntut ketekunan dan ketelitian dalam menjawab pertanyaan-pertanyaan yang disajikan. Pemahaman yang mendalam akan teks maupun gambar yang disajikan diharapakan akan menumbuhkan pelajar yang literat dan cakap memahami teks yang dibaca.

Hari kedua peserta ANBK berkutat dengan soal-soal numerasi. Soal yang disajikan tidak hanya berupa angka dengan operasi penjumlaha, pengurangan, pembagi dan Perkalian, namun pada soala nu,erassi ini menuntut peserta didik untuk memahami numerasi yang relevan dengan kehidupan sehari.

Dari kegiatan gladi yang digelar dua hari ini diharapkan dapat terlihat kesiapan peserta beserta sarana pendukung, sehingga ketika pelakasanaan ANBK semua sudah ready to fight.    

Jumat, 08 September 2023

Siswa dan Guru Sekolah SD Plus Al-Muhajirin Tingkatkan Kualitas Kehidupan Beragama dengan Sholat Dhuha Bersama Setiap Hari Jumat

 "Siswa dan Guru Sekolah SD Plus Al-Muhajirin Tingkatkan Kualitas Kehidupan Beragama dengan Sholat Dhuha Bersama Setiap Hari Jumat"

Tanggal: 8 September 2023
Lokasi: Lapangan SD Plus Al-Muhajirin, Kota Purwakarta

Pagi ini, Sekolah SD Plus Al-Muhajirin di Kota Purwakarta menggelar kegiatan rutin setiap hari jumat yang mendukung pembangunan spiritual dan kesejahteraan siswa. Dalam upaya untuk meningkatkan kualitas kehidupan beragama, siswa dan guru-guru sekolah tersebut berkumpul untuk melaksanakan Sholat Dhuha bersama. Kegiatan ini merupakan salah satu langkah dalam mempromosikan nilai-nilai keagamaan dan mempererat hubungan sosial di antara anggota sekolah.

Dengan semangat kebersamaan, lebih dari 850 siswa dari berbagai tingkatan dan guru-guru sekolah berkumpul di Halaman sekolah sekitar pukul 07.00 pagi. Mereka dipandu oleh salah seorang guru yang juga menjadi imam dalam pelaksanaan Sholat Dhuha. Setelah melaksanakan sholat, para peserta mendengarkan pengarahan singkat dari kepala sekolah tentang makna pentingnya literasi.

Kepala Sekolah SD Plus Al-Muhajirin, Bapak Enang, mengungkapkan pentingnya literasi. Beliau menyampaikan, "tingkat minat baca di Indonesia cukup rendah. UNESCO menilai minat baca masyarakat Indonesia memprihatinkan dengan presentase 0,001%, dari 1000 orang di Indonesia hanya ada 1 orang yang rajin membaca, kondisi ini sangat miris"

Kemudian Kepala Sekolah menghimpau kepada siswa-siswi dan guru SD Plus Al-Muhajirin untuk meningkatkan literasinya.

Senin, 04 September 2023

Perjusa (Perkemahan Jum'at Sabtu)

Perjusa adalah singkatan dari Perkemahan Jum’at Sabtu. Sesuai dengan namanya, Perjusa dilaksanakan pada hari Jum’at dan sabtu. Kegiatan Perjusa diperlukan untuk dapat melatih kemandirian para siswa, melatih kedisiplinan, melatih kerja sama dan gotong royong, belajar mencintai alam, belajar berorganisasi dan lain sebagainya. Berbagai kegiatan selama Perjusa adalah Lomba, Mendirikan Tenda, Api Unggun dan Seni, baris-berbaris serta outbound.


Gerakan Pramuka SD Plus Al-Muhajirin Purwakarta Gugus depan 01155 - 01156 mengadakan Perkemahan Jum’at Sabtu (Perjusa) tingkat Pramuka Siaga. Kegiatan yang dilaksanakan di Wanakula Camping Ground itu diikuti oleh 140 Murid kelas 5 dan 6 dan mengusung Tema "MENJADIKAN PRAMUKA SD PLUS AL-MUHAJIRIN YANG BERTAQWA, TERAMPIL DAN BERKARYA".

Selasa, 08 Agustus 2023

Keterampilan Sosial

 


Keterampilan sosial adalah keterampilan yang digunakan untuk berinteraksi dan berkomunikasi dengan orang lain dalam kehidupan sehari-hari. Keterampilan sosial meliputi bergul, komunikasi verbal dan non-verbal, seperti bicara, gerakan, ekspresi wajah dan bahasa tubuh.

 keterampilan sosial menurut Comb dan Slaby (1977 : 162) sebagai berikut:

“The social skill is the ability to interact with others in a given social context in specific ways that are socially acceptable or valued at the same time personality beneficial, manually beneficial, or beneficial primary to others”.

“Keterampilan sosial adalah kemampuan untuk berinteraksi dengan orang lain dalam konteks sosial tertentu dengan cara-cara tertentu yang dapat diterima atau dihargai secara sosial sekaligus kepribadian yang bermanfaat, bermanfaat secara manual, atau bermanfaat utama bagi orang lain”.

Sudah menjadi kodrat manusia bahwa hidup berdampingan satu dengan yang lain, karena memang manusia selain makhkuk individu juga berfungsi sebgai makhluk sosial, artinya manusia tidak bisa hidup sendiri tanpa bantuan dan tanpa berinteraksi dengan orang lain.

Tapi tidak sedikit di antara manusia ada yang ingin hidupnya menyendiri padahal ia hidup kdalam suatu komunitas. Hal ini bisa saja disebabkan karena beberapa hal atau beberapa fator pemikiran dari si individu sendiri sehingga ia menyendiri yang akhirnya keterampilan sosialnya terisolasi oleh keinginan nafsu atau pola fikir individu itu.

Penyebab seseorang bisa menyendiri sehingga keterampilan sosialnya bisa terisolasi di antaranya, karena :

·         l     Sering dibully

·         l     Merasa paling kurang dalam hal segalanya

·        l       Merasa lebih tinggi derajatnya

·         l     Merasa lebih pintar atau sering menggunakan bahasa tubuh atau bahasa verbal yang orang lain tidak mengerti atau lebih kurang selalu menggunakan bahasa intelek.

·        l     Merasa paling berkontribusi

·       l      Merasa paling terhormat

·         l     Merasa saya atasan dan yang lain hanya sekedar bahawan

·         l     Kuranng mampu berempati

·         l     Kurang mampu menghargai pendapat orang lain dan cenderung mengenyampingkan dan masih banyak lagi lainnya.

Dari hal-hal tersebut sehingga seseorang terkadang hanya memiliki teman, rekan, atau orang tertentu saja yang bisa dan mau ia ajak bicara.

Kamis, 03 Agustus 2023

Bullying

 


Sejak bergulirnya peradaban manusia, bullying ini sudah menyertai kehidupan sehari-hari mereka. Ada yang terasa dan merasa, ada juga yang tidak terasa tapi merasa ataupun tidak merasa. Seakan akan sudah menjadi sebuah kebiasaan sehingga manusia sudah tidak lagi atau berkurang rasa empati dan simpatinya terhadap orang lain.

Menurut Caloroso (2007) sebagaimana dikutip (Aini, 2018) mengungkapkan bahwa bullying ‘tindakan intimidasi yang dilakukan secara berulang-ulang oleh pihak yang lebih kuat terhadap pihak lebih lemah, dilakukan dengan sengaja dan bertujuan untuk melukai korbanya secara fisik maupun emosional’.

Bullying tidak terlepas dari sesuatu yang umumnya melekat pada manusia, seperti status, perilaku, kebiasaan, bentuk tubuh, kekurangan tubuh, dan hal lainnya yang bisa berpotensi untuk dibully.

Lihatlah perjalanan para Nabi dan Rasul dalam mendakwahkan agama Allah SWT. Semuanya tidak terlepas dari Bullying, namun semuanya dilalui dengan tabah dan sabar. Kebanyakan dari Para pembawa pesan dari Allah banyak dibully baik berupa fisik (Physical Bullying) dan Bullying dengan kata-kata (Verbal Bullying) seperti mengolok-ngolok, menyebar rumor, memfitnah, mencela, merendahkan, memaki.

Dalam Qur’an surah al-Hujarat ayat 11 Allah SWT berfirman untuk tidak melakukan Bullying karena hal tersebut tidak baik untuk dilakukan karena dapat menimbulkan perseteruan dan perpecahan umat karena siapa tahu sesuatu yang dibully bahkan dejaratnya lebih tinggi dari yang membully.

 

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا يَسْخَرْ قَوْمٌ مِنْ قَوْمٍ عَسَىٰ أَنْ يَكُونُوا خَيْرًا مِنْهُمْ وَلَا نِسَاءٌ مِنْ نِسَاءٍ عَسَىٰ أَنْ يَكُنَّ خَيْرًا مِنْهُنَّ ۖ وَلَا تَلْمِزُوا أَنْفُسَكُمْ وَلَا تَنَابَزُوا بِالْأَلْقَابِ ۖ بِئْسَ الِاسْمُ الْفُسُوقُ بَعْدَ الْإِيمَانِ ۚ وَمَنْ لَمْ يَتُبْ فَأُولَٰئِكَ هُمُ الظَّالِمُونَ

Artinya:


Hai orang-orang yang beriman, janganlah sekumpulan orang laki-laki merendahkan kumpulan yang lain, boleh jadi yang ditertawakan itu lebih baik dari mereka. Dan jangan pula sekumpulan perempuan merendahkan kumpulan lainnya, boleh jadi yang direndahkan itu lebih baik. Dan janganlah suka mencela dirimu sendiri dan jangan memanggil dengan gelaran yang mengandung ejekan. Seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) yang buruk sesudah iman dan barangsiapa yang tidak bertobat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim.


Nabi Muhammad SAW sebagai teladan kita pernah bersabda yang artinya “Seorang (disebut) muslim adalah manakala orang-orang muslim lainnya selamat dari lisan dan tangannya”.

 

 

Selasa, 01 Agustus 2023

Air Susu Ibu

 


Tidak banyak yang mengetahui bahwa pada tanggal 1 Agustus adalah Hari ASI (Air Susu Ibu). ASI  adalah air yang 100 % halal dan jauh lebih berkualitas dibanding air lainnya ataupun jenis susu lainnya. Tak ayal ASI ini sangat dibutuhkan sekali oleh Bayi yang baru lahir hingga berusia dua tahun.  Allah SWT berfirman dalam  Al-Qur’an surat al-Baqarah/2: 233, yang artinya :

 
"Para ibu hendaklah menyusukan anak-anaknya selama dua tahun penuh, yaitu bagi yang ingin menyempurnakan penyusuan. Dan kewajiban ayah memberi makan dan pakaian kepada para ibu dengan cara ma'ruf. Seseorang tidak dibebani melainkan menurut kadar kesanggupannya. Janganlah seorang ibu menderita kesengsaraan karena anaknya dan seorang ayah karena anaknya, dan warispun berkewajiban demikian. Apabila keduanya ingin menyapih (sebelum dua tahun) dengan kerelaan keduanya dan permusyawaratan, maka tidak ada dosa atas keduanya. Dan jika kamu ingin anakmu disusukan oleh orang lain, maka tidak ada dosa bagimu apabila kamu memberikan pembayaran menurut yang patut. Bertakwalah kamu kepada Allah dan ketahuilah bahwa Allah Maha melihat apa yang kamu kerjakan."

Dilansir dari situs https://promkes.kemkes.go.id/manfaat-asi-eksklusif-untuk-ibu-dan-bayi bahwa

Ada beberapa manfaat ASI Eksklusif untuk bayi 0-6 bulan pertama, sebagai berikut :

  • Mencegah Terserang Penyakit
  • Membantu Perkembangan Otak dan Fisik Bayi


Selain bagi bayi, pemberian ASI eksklusif bagi ibu menyusui juga memiliki manfaat, sebagai berikut :

  • Mengatasi rasa trauma

    Pasca melahirkan umumnya dan biasanya para ibu yang baru melahirkan rentan mengalami baby blues syndrome, dan biasanya terjadi pada sang ibu yang belum terbiasa bahkan tidak bersedia memberikan ASI untuk bayi mereka. Namun dengan menyusui, secara perlahan rasa trauma pun akan hilang sendirinya dan ibu pun akan terbiasa menyusui bayinya.

  • Mencegah kanker payudara

    Salah satu pemicu penyakit kanker payudara pada ibu adalah karena kurangnya pemberian ASI pada bayi mereka sendiri. Maka dari itu, Untuk mencegahnya, berikanlah ASI eksklusif Ibu kepada bayinya.

Terimakasih!

Jumat, 28 Juli 2023

Siswa Siswi SD Plus Al-Muhajirin Unjuk Kebolehan Dalam Demo Ektra-kurikuler

 


Berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No. 060/U/1993 dan Nomor 080/U/1993, kegiatan ekstrakurikuler adalah kegiatan yang diselenggarakan di luar jam pelajaran yang tercantum dalam susunan program sesuai dengan keadaan dan kebutuhan sekolah, dan dirancang secara khusus agar sesuai dengan faktor minat dan bakat siswa.


Sementara itu, menurut Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia No. 39 Tahun 2008 tentang Pembinaan Kesiswaan, kegiatan ekstrakurikuler merupakan salah satu jalur pembinaan kesiswaan. Kegiatan ekstrakurikuler yang diikuti serta dilaksanakan oleh siswa baik di sekolah maupun di luar sekolah, bertujuan agar siswa dapat memperkaya dan memperluas diri.

Berangkat dari Surat Keputusan dan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia, maka SD Plus Al-Muhajirin melalui segenap tenaga pendidik dan dibantu dengan tenaga professional lainnya menyelenggarakan pendidikan luar sekolah ekstrakurikuler.

 

Ada banyak ektra-kurikuler yang diselenggarakan di SD Plus Al- Muhajirin sebagai sarana untuk memfasilitasi minat, bakat dan kemampuan peserta didik. Tidak berlebihan jika SD Plus Al-Muhajirin mempunyai segudang prestasi dengan dengan thropy berjejer di ruang TU hingga sebagian thropy sudah tidak ada tempat lagi untuk disimpan. Semua ini berkat pendidikan ekstra-kurikuler yang dijadwalkan setiap hari Jum’at  di setiap minggunya.

 

Di bawah naungan Yayasan  Al-Muhajirin, tidak hanya SD Plus 1 saja yang berprestasi tapi semua unit yang ada di bawah naungan Yayasan  Al-Muhajirin mampu berprestasi tidak hanya di wilayah kabupaten tapi mampu juga berbicara di level nasional. Tentu sebuah kebanggaan khususnya bagi para orang tua siswa yang berprestasi dan juga bagi sekolah dan Yayasan.

 

Hari ini, Jumat, 28 Juli 2023 kita bisa melihat bagaimana siswa-siswi SD Plus Al-Muhajirin beraksi menunjukkan kemampuan mereka sebagai aplikasi dari pembelajaran ekstra-kurikuler dengan menampilkan beberapa aksi dari ekstra-kurikuler :

1.      Sains Club      

2.      Math Club

3.      Pencak Silat

4.      Karate            

5.      English Club

6.      Musik

7.      Karate

8.      Tahfidz

9.      Solo Vocal

10.  Drum Band

11.  Tae Kwon Do

12.  Melukis

13.  Konten Kreator

14.  Memanah

15.  Badminton

16.  Futsal

17.  Tilawah

18.  Pupuh

19.  VolleyBal

20.  Robotik

21.  Qosidah

22.  Kalighrafi

23.  Tenis Meja

Rabu, 26 Juli 2023

26 Juli

 



Ada suatu peristiwa yang terjadi pada 26 Juli.  Berawal dari kesepakatan para penyair Indonesia yang hadir dari berbagai daerah di Indonesia berkumpul di Pekanbaru tepatnya 22 Nopember 2012. Mereka akhirnya mendeklarasikan bahwa tanggal 26 Juli ditetapkan sebagai Hari Puisi Indonesia.

Alasan ditetapkannya tangal 26 Juli sebagai Hari Puisi Indonesia adalah didasarkan pada hari lahirnya Chairil Anwar pada tanggal 26 Juli 1922 yang dianggap sebagai tonggak utama tradisi puisi modern Indonesia.

Biasanya menjelang tanggal 26 Juli pihak dinas terkait selalu mengadakan berbagai macam kegiatan seperti lomba puisi, seminar tentang Puisi, Anugerah Buku Puisi, Cipta Puisi dengan puncaknya mementaskan puisi-puisi terkenal karya Chairil Anwar dan penyair Puisi terkenal lainya.

Berikut karya dari Chairil Anwar yang banyak membuat karya-karya terkenal terutama di dalam Puisi  adalah :

1. Aku (Maret 1943)
2. Tak Sepadan (Februari 1943)
3. Taman (Maret 1943)
4. Pelarian (Februari 1943)
5. Hukum (Maret 1943)
6. Rumahku (April 1943)
7. Kesabaran (Maret 1943)
8. Sendiri (Februari 1943)
9. Suara Malam (Februari 1943)
10. Merdeka (Juli 1943)
11. Bercerai (Juni 1943)
12. Sia-sia (Februari 1943)
13. Penghidupan (Desember 1942)
14. Nisan (Oktober 1942)
15. Diponegoro (Februari 1943)
16. Ajakan (Februari 1943)
17. Lagu Biasa (Maret 1943)
18. Kenangan (April 1943)
19. Dendam (Juli 1943)
20. Kawanku dan Aku (Juni 1943)
21. Dengan Mirat (Januari 1946)
22. Isa (November 1943)
23. Sorga (Januari 1946)
24. Doa (November 1943)
25. Cerita (Juni 1943)
26. Kita Guyah Lemah (Juli 1943)
27. Dalam Kereta (Maret 1944)
28. Jangan Kita Disini Berhenti (Juli 1943)
29. Penerimaan (Maret 1943)
30. Perhitungan (Maret 1943)

Senin, 24 Juli 2023

Dari MOS Hingga MPLS

                            


Sudah menjadi ketentuan pelaksana pendidikan bahwa menyambut tahun ajaran baru setiap sekolah mempersiapkan segala sesuatunya mulai dari sarana dan prasarana hingga program yang ditawarkan oleh sekolah kepada para orang tua peserta didik sehingga mereka mau bersekolah di tempat yang menurut mereka dirasa nyaman, aman dan terutama mampu meningkatkan keilmuan dan wawasan mereka selain tentunya adab dan akhlak.

Menjelang Kegiatan Belajar Mengajar dimulai, umumnya peserta didik baru diberikan bekal pengetahuan keilmuan, informasi kebiasaan dan aturan yang ada di sekolah tersebut yang terrangkum dalam kegiatan MPLS (Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah).

Sejatinya MPLS dibiasakan pada setiap tingkatan pendidikan mulai TK, SD, SMP, SMA maupun Perguruan Tinggi agar para peserta didik baru mengetahui, mengenal, memelihara dan mengembangkan lingkungan sekolah sebagai sarana dan tempat belajar yang aman, nyaman dan menyenangkan.

 

Mengapa MOS harus berubah Menjadi MPLS?

Sebelum berubah nama menjadi MPLS, Kegiatan Pengenalan Lingkungan sekolah ini bernama MOS (Masa Orientasi Siswa). Pada prinsipnya MOS dan MPLS ini sama hanya berubah nama saja. Hanya MPLS hadir menggantikan MOS karena ada beberapa alasan mendasar yang melatarbelakangi perubahan tersebut.

Dilansir dari  artikel detikedu, "Kini Jadi MPLS, Begini Sejarah MOS yang Berawal dari Perploncoan Era Kolonial" selengkapnya https://www.detik.com/edu/detikpedia/d-6175691/kini-jadi-mpls-begini-sejarah-mos-yang-berawal-dari-perploncoan-era-kolonial, pada dasarnya MOS sudah ada sejak zaman kolonial Belanda. Dalam buku berjudul Bunga Rampai dari Sejarah Volume 2 oleh Mohammad Roem diceritakan bagaimana pengalamannya diplonco ketika masuk Stovia (Sekolah Dokter Bumiputera) pada 1924. Mantan Menteri Luar Negeri era Presiden Soekarno ini berbagi pengalaman saat mengalami masa plonco..

Roem menggambarkan bahwa perploncoan sudah bertahun-tahun dilaksanakan, tetapi belum pernah terdengar kejadian yang tidak sedap atau melampaui batas. Hal ini karena pengawasan yang ketat, sehingga ekses dapat dihindarkan.

Singkatnya, pada penerapan MOS sudah banyak korban perploncoan hingga tak sedikit menjadi korban sehingga Pemerintah perlu mengadakan sebuah evaluasi dan berbenah dalam mengenalkan peserta didik terhadap lingkungan sekolah. Akhirnya digantikanlah MOS menjadi MPLS.

Dilansir dari Detikedu Rabu, 06 Juli 2022, bahwa MPLS memiliki tujuan dan aturan Pelaksanaan MPLS.

Tujuan MPLS

1.     1  Mengenali potensi diri siswa baru

2.   2.   Membantu siswa baru beradaptasi dengan lingkungan sekolah dan sekitarnya, antara lain terhadap           aspek keamanan, fasilitas umum, dan sarana prasarana sekolah

3.     3.  Menumbuhkan motivasi, semangat, dan cara belajar efektif sebagai siswa baru

4.   4.    Mengembangkan interaksi positif antar siswa dan warga sekolah lainnya

5.      Menumbuhkan perilaku positif, antara lain kejujuran, kemandirian, sikap saling menghargai, menghormati keanekaragaman dan persatuan, kedisiplinan, hidup bersih dan sehat untuk mewujudkan siswa yang punya nilai integritas, etos kerja, dan semangat gotong royong

 

Aturan Pelaksanaan MPLS


Pelaksanaan MPLS sendiri masuk dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) RI Nomor 18 Tahun 2016. Berdasarkan peraturan tersebut berikut beberapa aturan pelaksanaannya:

1.     1.   Kegiatan dilaksanakan maksimal 3 hari pada minggu pertama awal tahun ajaran baru.

2.    2.  Kegiatan wajib dilaksanakan pada hari dan jam sekolah.

3.  3.  Kegiatan wajib dilaksanakan di lingkungan sekolah

4.  4.   Kegiatan harus bersifat edukatif dan kreatif

5.     5.  Perencanaan dan penyelenggaraan adalah hak guru

6.  Dilarang melibatkan senior atau alumni

Minggu, 23 Juli 2023

Shafeera riandra Auliani Juara 1 ajang mewarnai keramik

Ada yang seru hari ini di pameran pembangunan Purwakarta diantaranya lomba mewarnai keramik yang di selenggarakan oleh DKUPP

Shafeera riandra Auliani siswa kelas 6 SD Plus Al-Muhajirin Purwakarta berhasil menjadi yang terbaik dalam ajang tersebut, dengan mendapatkan tropi Juara 1 kategori kelas 6, 

Kepala Sekolah SD Plus Al-Muhajirin Purwakarta Enang Sutiana, S.Pd menyampaikan pesan "Teruslah bersemangat dan berlatih untuk menjadi yang terbaik. Jangan mudah puas dengan hasil yang didapat biar tetap mempertahankan prestasi."

Lomba mewarnai keramik untuk anak-anak sangat positif karena dapat mengembangkan kreativitas dan kemampuan seni anak-anak sejak dini. Selain itu, kegiatan ini dapat menjadi ajang bersosialisasi dan belajar bersama bagi anak-anak.

Hal ini karena seni dapat membantu mengekspresikan emosi dan perasaan dengan lebih jelas dan visual, melalui seni, kita bisa memperlihatkan perasaan seperti kesedihan, kegembiraan, kecemasan, dan masih banyak lagi.



Siswa SD Plus Al-Muhajirin dapat Penyuluhan Bahaya Bullying dari Kepolisian

Untuk meningkatkan kesadaran dan pencegahan terhadap fenomena bullying di kalangan anak-anak, Polres Purwakarta telah melaksanakan sosialisasi tentang bahaya bullying di lingkungan sekolah SD Plus Al-Muhajirin Purwakarta pada hari Jum'at (21/7/2023).


Sosialisasi yang dihadiri oleh ratusan siswa dan guru di SD Plus Al-Muhajirin Purwakarta tersebut bertujuan untuk memberikan pemahaman tentang dampak negatif dan potensi bahaya yang ditimbulkan oleh tindakan bullying di kalangan pelajar.

Dalam sosialisasi tersebut, Polres Purwakarta yang diwakili oleh Bripka Teti, memberikan contoh-contoh nyata tentang berbagai kasus bullying yang terjadi di berbagai daerah.

Bripka Teti juga mengajak siswa-siswa untuk saling berempati, menghormati perbedaan, dan menyadari pentingnya menjaga persahabatan yang sehat di antara sesama rekan sekelas.

Selain itu, para siswa juga diberikan informasi tentang cara melapor kejadian bullying kepada guru atau orang dewasa yang dipercayai guna mengatasi masalah tersebut.

Sementara itu, Kepala SD Plus Al-Muhajirin Purwakarta, Enang Sutiana, S.Pd, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Polres Purwakarta atas inisiatif untuk mengadakan sosialisasi tersebut.

Diharapkan dengan adanya kegiatan sosialisasi ini, siswa-siswa di SD Plus Al-Muhajirin Purwakarta dapat lebih memahami pentingnya menjaga rasa hormat dan toleransi di antara sesama, serta menghindari perilaku bullying yang merugikan diri sendiri maupun orang lain.