SELAMAT DATANG DI WEBSITE RESMI SD PLUS AL-MUHAJIRIN PURWAKARTA

Media sosial kami

Silahkan ikuti kami di media sosial.

Penghargaan

SD Plus Al-Muhajirin menerima penghargaan MOST ADMIRED CHAMPIONS dengan kategori "FAVORITE ISLAMIC ELEMENTARY SCHOOL IN QUALITY EDUCATION PROGRAM OF THE YEARS 2021".

Guru dan Staf

Guru dan staf SD Plus Al-Muhajirin.

Bangunan Utama

Guru dan staf SD Plus Al-Muhajirin dengan background bangunan utama.

PERJUSA

Perkemahan Jumat Sabtu, Lokasi Wanakula Camp 2-3 September 2022. "MELALUI KEGIATN PERJUSA, KITA WUJUDKAN PENGGALANG BERKARAKTER, PEDULI, DISIPLIN DAN TERAMPIL"

Rabu, 20 April 2022

Mari Bersinergi!

 


Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) sinergi berarti kegiatan atau operasi gabungan. Menyikapi banyak kejadian buruk yang menodai Bulan suci Ramadhan sepertinya layak sekali bagi kita semua khususnya semua komponen masyarakat untuk bersinergi membuat sebuah komitmen suasana tetap aman, damai dan tentram.

Bagaimana tidak, hampir setiap hari kita mendapatkan berita negatif di masyarakat seperti, tawuran, geng  motor, perang sarung, perkelahian, balap liar dan banyak lagi yang lainnya di mana semua itu terkadang hanya dipicu oleh hal sepele, yang lebih mengkhawatirkan  bahwa semua pelaku kejadian tersebut adalah mereka yang notabenenya adalah pelajar yang masih aktif di bangku sekolah.

Sebuah pertanyaan besar timbul dalam benak kita dan bisa kita ajukan semisal, apa yang anak-anak kita lakukan dalam waktu senggang mereka? Mengapa mereka bisa berbuat sedemikain brutal? Bagaimana peran serta orang tua di rumah? Apakah mereka menanyakan kepada orang yang ada di rumah atau menanyakan kepada tetangga di mana anak-anak mereka? Apakah di rumah ada peraturan keluarga?. Karena pada dasarnya bagaimana para pelajar kita bisa berbuat sedemikian rupa dan rata-rata kejadian-kejadian tersebut terjadi dan dilakukan pada malam hari. Tidak adakah atau kurang kontrolkah mereka dari orang tua mereka?

Di sinilah  kita perlu bersinergi mulai dari aparat penegak hukum, organisasi masyarakat,sekolah, masyarakat itu sendiri dan keluarga serta tentu saja dukungan dari pemerintah daerah setempat dengan semisal membuat peraturan yang mengikat kepada warga masyarakat pelajar dengan tidak diijinkannya keluar malam. Pun begitu pihak keluarga harus memantau putra-putrinya sebagai bentuk dukungan dan kedisiplinan mendidik anak-anak mereka sehingga sinergitas ini berbuah manis. Minimal segala bentuk tindak kejahatan atau kejadian-kejadian negatif bisa direduksi dan diminimalisasi, dan besar harapan masyarakat kejadian-kejadian tersebut tidak ada lagi demi masyarakat aman, damai dan tentram.    


Senin, 18 April 2022

Noda di Bulan Ramadhan

 


Semestinya di bulan Ramadhan penuh rahmat dan berkah ini dijadikan satu momentum bagi setiap kaum muslim laki-aki dan perempuan  untuk meningkatkan amaliyah ibadah untuk meningkatkan derajat keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT.

Banyak hal positif yang bisa dilakukan diantaranya, berdzikir atau i’tikaf di masjid, berinfak dan shodaqoh, membantu tetangga yang kesulitan baik secara materi atau tanaga, melaksanakan shalat taraweh dan masih banyak lagi amaliyah yang lainnya. Namun entah mengapa selalu saja ada hal-hal yang menodai indahnya bulan Ramadhan ini dengan melakukan hal-hal yang tidak terpuji bahkan cenderung brutal dan mampu menghilangkan nyawa orang lain.

 Kejadian beberapa hari yang lalu di malam hari tepatnya di pusat kota Purwakarta tercinta ini terjadi keributan yang melibatkan anak-anak remaja dengan membawa senjata tajam (sajam) yang pada akhirnya setelah sesuatu yang tidak diinginkan terjadi semisal terjadi korban,  barulah menyesal. Belum lagi tawuran antar warga yang  terjadi di daerah lain yang kian marak. Sesuatu hal yang miris adalah pada saat proses pemeriksaan ternyata mereka beragama Islam yang terprovokasi. Seharusnya mereka menambah keimanan dan ketaqwaan mereka di bulan penuh berkah ini tapi malah berlaku sebaliknya.

 Pada hal demikian, seharunya kita menempatkan rasa penyesalan kita di depan  bukan di akhir peristiwa sehingga kejadian-kejadian yang merusak citra Ramadhan tidak rusak karena noda tersebut.   

 

 


Selasa, 12 April 2022

Siswa SD Plus Al-Muhajirin Tebar 400 Paket Takjil Kepada Pengguna Jalan Veteran


 Siapa memberi makan orang yang berpuasa, maka baginya pahala seperti orang yang berpuasa tersebut, tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa itu sedikit pun juga.” (HR. Tirmidzi no. 807, Ibnu Majah no. 1746, dan Ahmad 5: 192)

Impementasi hadits tersebut dilaksanakan oleh para Siswa, Guru dan Orang Tua SD Plus Al-Muhajirin yang menggelar kegiatan Berbagai Takjil dengan kegiatan Takjil On The Road.

Kegiatan pembagian takjil ini dilakukan dijalan Veteran dengan menyasar para pengguna jalan terutama pengguna kendaraan umum, pengemudi OJOL, tukang Parkir dan masyarakat umum lainnya.

Selama dua hari Senin-Selasa 11 dan 12 April 2022 tak kurang dari 400 paket takjil dibagikan kepada apengguna Jalan. Kepala SD Plus Al-Muhajirin berharap dengan pembagian Takjil ini memberikan nilai edukasi kepada  para Siswa SD Plus berupa kebiasaan untuk berbagi, selain itu Kepala SD Plus mengucapkan terimakasih kepada seluruh orang tua dan guru yang telah mensukseskan kegiatan tersebut baik berupa dukungan donasi takjil maupun tenaga.


Selasa, 05 April 2022

Kelemahan Pesantren Keluarga


Tamid, S.Pd.I

Dari begitu banyaknya pesantren yang ada di Indonesia, kebanyakan pesantren itu merupakan pesantren keluarga. Sebutan itu diberikan karena pada umumnya kebutuhan fisik pesantren adalah milik keluarga. Seperti halnya tanah tempat berdirinya bangunan, pada awalnya biasanya milik keluarga. Setelah berdiri barulah ada orang luar yang mewaqafkan tanahnya untuk kepentingan pesantren. Begitu pula dengan pengelolanya, dari pimpinan pondoknya (Kiyai) dan para ustadz hampir seluruhnya berasal dari kalangan keluarga. Ketika ada bantuan dari pihak lain maka bantuan itu praktis milik keluarga.

Ada segi baiknya jika pesantren menjadi milik keluarga, yaitu keluarga betul-betul memiliki rasa tanggung jawab yang begitu besar terhadap perkembangan pesantren. Selain sisi baiknya tentunya juga ada banyak kekurangan jika pesantren milik keluarga, seperti hal-hal dibawah ini :